Webinar jurnalisme Tagar Institute, “Strategi SEO untuk Menembus Halaman Pertama Google,” oleh Charlie M. Sianipar . (Foto: Tagar/Tangkapan Layar Zoom)

 

Jakarta – Tagar Institute mengadakan webinar jurnalisme bertemakan “Strategi SEO untuk Menembus Halaman Pertama Google” dengan menghadirkan pembicara Master SEO Charlie M. Sianipar, Senin (28/12/2020).


Charlie M. Sianipar merupakan Master SEO yang juga sebagai pendiri perusahaan SEO, GALASEO, dan pemilik blog RAJASEO. Charlie mempelajari SEO di Search Engine Academy pada 2010 dan aktif mengikuti perkembangan juga sebagai seorang pembicara digital marketing serta pelatih cyber army.


Webinar kali ini gratis terbuka untuk mahasiswa dan umum.


Pada webinar ini dibuka dengan sambutan Fetra Tumanggor selaku Redaktur Eksekutif Tagar.id. Pada kesempatan ini, Fetra berharap bagaimana kita dapat mengoptimalkan mesin pencari agar tulisan kita hadir di halaman pertama google. Menurutnya, menjadi penulis di media online tidak hanya sekedar menulis tapi penting untuk kita paham mengenai SEO.


Apa sih sebenernya SEO? Search Engine Optimization (SEO) merupakan upaya melakukan optimasi website agar dapat peringkat teratas di mesin pencari, guna memperoleh trafik yang lebih banyak.


Menurut Charlie SEO terbesar saat ini adalah google. Algoritma google itu sangat dinamis, tidak statis. Seluruh algoritmanya menyatu, faktornya sangat banyak termasuk kata yg Anda sajikan dengan kata yang dicari orang lain.


Di dalam SEO terdapat SEO On-Page dan SEO Off-Page. SEO On-Page merupakan teknik optimasi yang dilakukan di dalam website itu sendiri untuk menunjukkan kepada pencarian tentang situs website tersebut. Membantu mesin pencari melihat bahwa halaman website Anda adalah hasil pencarian yang baik karena relevan dan berguna.


Sedangkan SEO Off-Page merupakan teknik optimasi yang dilakukan di luar website. Sehingga membantu mesin pencari melihat bahwa halaman website Anda adalah hasil pencarian yang baik karena website popular berada di halaman pertama google.


Banyak hal yang perlu diperhatikan agar SEO dapat menembus halaman pertama google:


SEO Friendly

SEO tidak berdiri sendiri, struktur website, speed dan mobile first serta pesaing sangat mempengaruhi peringkat di google.


-          Alt Image

Rename nama file foto atau gambar dan pasang Alt Image.


-          Embeded Video


Jika punya video youtube milik sendiri dan berhubungan dengan isi artikel.


-          URL

Ramah mesin pencari, gunakan teks jangan angka.


-          Templates

Dipakai banyak website dengan navigasi yang mirip.


-          Update

Pemutakhiran konten pengaruhi kompetisi.


-          Local Search

Branding, meningkatkan trust selain navigasi.


Keyword – Kata kunci

Keyword atau kata kunci sangat penting dalam SEO, lakukan research dan tempatkan dengan tepat. gunakan heading dan subheading dengan tepat.

-          Research (Long Tail Keyword)

-          Search Volume

-          Long Tail Keyword

-          Do not spammy


Google News

Optimasi website agar hadir di Google News, diskusikan dengan Web Developer dan ahli SEO.


Keyword Research

Anda dapat melakukan pencarian kata kunci terlebih dahulu sebelum memulai membuat tulisan. Agar tulisan Anda dapat terfokus pada kata kunci yang diinginkan.


Content

-          Meta data, keyword di judul artikel dan deskripsi.

-          Buat lebih baik dengan menyajikan tulisan tidak menduplikasi tapi membuatnya dengan lebih menarik.

-          Jangan spammy, karena menulis untuk manusia bukan untuk robot.

-          Jangan typo, yang nantinya membuat google voice bingung.


Tentunya Anda harus pelajari konten yang saat ini teratas di google, dengan membuat lebih baik dari mereka dan perkaya artikel dengan kosa kata dan sinonim.


Internal Linking

Dengan menyisipkan link internal ke dalam sebuah tulisan, mengarahkan pembaca dapat membuka halaman lainnya dari website tersebut.


Menurut Charlie google sangat dinamis, setiap saat dapat berubah, beradaptasilah dengan baik, lakukan hal yang sangat basic secara konsisten.


“Do not spammy, bertindaklah dengan etis, jangan kotori laman google dengan terus jaga jejak digital,” tutur Charlie.


Charlie M. Sianipar menutup kelasnya dengan sangat berterima kasih kepada semua peserta yanh hadir karena ia menyadari pengetahuan orang mengenai SEO berbeda-beda dan semoga apa yang disampaikannya dapat dijadikan sebagai pemahaman baru dan dapat diaplikasikan sesuai kebutuhannya masing-masing.


Nantikan webinar jurnalisme Tagar Institute dengan tema “Storytelling untuk Media Daring” dengan Lestantya R. Baskoro sebagai pembicara selaku Founder Tagar Institute, Redaktur Eksekutif Tagar.id, penguji wartawan pada Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS Jakarta) pada Senin, 11 Januari 2021. Gratis dan terbuka untuk mahasiswa dan umum.

(Deapenia Jannah)

 

Profil Adipati Dolken (Foto: Instagram/adipati)


Jakarta – Adipati Koesmadji, atau lebih dikenal dengan Adipati Dolken merupakan aktor berbakat Indonesia yang lahir pada 19 Agustus 1991.


Adipati mulai dikenal sejak membintangi sinetron Kepompong, berperan sebagai Virgo yang tayang di SCTV pada tahun 2008. Sinetron remaja tersebut berhasil membawa Adipati menjadi idola baru di usia 17 tahunnya.


Kariernya yang semakin bagus membawa Adipati membintangi sinetron lainnya seperti Cinta Puteri (2009) sebagai Erwin, Kejora dan Bintang (2009) sebagai Anantha, Dia Jantung Hatiku (2010) sebagai Bondan, Aliya (2011) sebagai Rueben, Cahaya Gemilang (2012), Heart Series 2 sebagai Farel, Get Married The Series 2 (2012) sebagai Rendi.


Tidak hanya sinetron, Adipati terus menunjukan keahliannya lewat film yang ia bintangi seperti Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009), Pocong Keliling (2010), 18+:True Love Never Dies (2010), Sang Martir (2012), Perahu Kertas (2012), Perahu Kertas 2 (2012), 18++ Forever Love (2012), Malaikat Tanpa Sayap (2012), Slank Nggak Ada Matinya (2012), Adriana (2013), Crazy Love (2013).


Selain itu, ia juga membintangi film Sang Kiai pada tahun 2013. Berkat perannya dalam film tersebut, Adipati memenangkan Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik.


Berkat kemenangan tersebut, menjadikan Adipati salah satu aktor termuda yang memenangkan piala Citra pada usia 21 tahun.


Sekarang Adipati lebih fokus pada kariernya di dunia film layar lebar.


Selama 12 tahun berkarir di dunia seni peran, Adipati sudah membintangi 28 judul film.


Selain film, ia juga telah membintangi 10 judul sinetron dan 8 judul FTV.

 

Kehidupan Asmara Adipati Dolken


Sosok pria tampan ini juga suka bermain sepak bola dan hobi dalam dunia fotografi. Tidak heran bila kaum hawa terpikat oleh pesona Adipati sebagai aktor tampan yang berbakat.


Aktor tampan ini pernah menjalin hubungan dengan beberapa aktris cantik Tanah Air.


Sebelum akhirnya Adipati melabuhkan hatinya pada wanita cantik Canti Tachril.


Adipati diketahui banyak terlibat cinta lokasi dengan lawan mainnya yang membuat kehidupan asmaranya menjadi perhatian publik.


Adipati pernah dikabarkan menjalin hubungan dengan Eva Celia, anak Sophia Latjuba. Mereka dipertemukuan dalam satu judul film Adriana.


Di tengah suksesnya membintangi film Heart 2 dan Operation Wedding , Adipati dikabarkan juga terlibat cinta lokasi dengan Yuki Kato.


Kehidupan asmaranya juga ramai jadi perbincangan akibat beredar foto panas yang mirip dengannya. Foto tersebut memperlihatkan pria mirip Adipati berciuman dengan Chika Kinsy di kolam renang. Diketahui  memang Adipati dan Chika pernah menjalin hubungan sebagai kekasih.


Adipati juga pernah mengejutkan penggemarnya ketika Kimberly Ryder mengunggah foto bersama Adipati saat keduanya berlibur bersama ke London. Banyak yang menduga kedekatannya terjalin karena pernah membintangi judul film 18++ Forever Love.


Putri Marino menambah nama deretan artis yang pernah terlibat cinta lokasi dengan Adipati. Keduanya sempat membintangi film yang sama yaitu Posesif. Hubungan mereka tidak berlanjut karena Putri Marino telah menjadi istri Chiko Jericho.


Tidak sampai disitu, Adipati kembali ramai menjadi perbincangan setelah diketahui menjalin hubungan dengan aktris muda Vanesha Priscillia. Mereka dipertemukan dalam judul film yang sama yaitu #TemanTapiMenikah. Keduanya kerap membagikan foto kebersamaannya di media sosial masing-masing. Bahkan tidak sedikit yang mendukung pasangan kekasih itu sebelum akhirnya diketahui hubungan mereka telah selesai.



Kebersamaan Adipati Dolken dan Canti Tachril (Foto: Instagram/adipati)


Kini, Adipati akan melangsungkan pernikahan dengan Canti Tachril pada 18 Desember 2020. Pernikahan tersebut akan digelar tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat dekat saja.


Canti Tachril menjadi pilihan terakhir Adipati.


Keduanya dipertemukan dalam judul film yang sama yaitu #TemanTapiMenikah2.


Canti Tachril merupakan seorang model yang cantik. Terlihat juga melalui unggahannya di media sosial model cantik tersebut juga hobi bernyanyi dan bermain gitar.


Diketahui pula calon istri Adipati itu merupakan anak konglomerat Mohamad Tachril.


Mohamad Tachril merupakan Wakil Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Realty.


Biodata

Nama Lengkap            : Adipati Koesmadji

Nama Panggilan          : Adipati Dolken

Profesi                         : Aktor

Lahir                            : Jakarta, 19 Agustus 1991

Agama                         : Islam

Saudara Kandung       : Gianina Emanuella

Zodiak                         : Leo


Prestasi

Asia New Star Model Award Asia Festival Model Award 2014

Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013

Selebriti Pria Paling Memikat Infotainment Award 2014

Aktor Favorit Indonesia Kids Choice Award 2014

Actor Of The Year: Indonesian Choice Awards 2018

 



Webinar jurnalisme Tagar Institute, “Menerapkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Tepat untuk Media,” oleh Uu Suhardi. (Foto: Tangkapan Layar Zoom)


Jakarta – Tagar Institute menggelar web seminar (Webinar) yang ketiga, dengan menghadirkan pembicara Uu Suhardi, Penulis serial buku “Celetuk Bahasa” dan mantan Redaktur Bahasa Tempo.


Webinar Jurnalisme Tagar Institute kali ini, Senin (7/12/2020), membahas, “Bagaimana Menerapkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Tepat untuk Media.” 


Webinar kali ini, tercatat sekitar 50 lebih peserta mengikuti kelas ini, yang nantinya peserta webinar mendapat sertifikat Tagar Institute.


Webinar ini diawali dengan sambutan Fetra Tumanggor selaku pemimpin redaksi Tagar.id yang dilanjutkan oleh Uu Suhardi untuk mengajar peserta.


Uu menyampaikan dalam bahasa Indonesia terdapat 3 ragam bahasa yakni formal, nonformal dan semiformal.


Bahasa formal biasanya digunakan dalam situasi (komunikasi) resmi, wacana teknis (karya ilmiah), pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Bahasa yang tertib secara gramatikal, menggunakan kata baku serta imbuhan lengkap.


Bahasa nonformal yakni bahasa percakapan sehari-hari yang menggunakan kata nonbaku serta imbuhan tidak selalu lengkap. 


Sedangkan bahasa semiformal ialah bahasa jurnalistik atau media massa baik cetak, elektronik maupun daring yang taat kaidah dan menggunakan kalimat efektif.


Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan satu kesatuan pikiran atau perasaan. Dalam tulisan, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya.


Selain itu, Uu menambahkan, untuk membuat kalimat sempurna sekurang-kurangnya harus memiliki subyek (who) dan predikat (what) contoh “Saya Pergi” dan kalimat tersebut diberi pelengkap (where dan when) contohnya “Saya pergi ke Istana Negara, Jakarta, kemarin.” Kemudian, dapat juga ditambahkan penjelasan (how dan why) contoh “Saya pergi ke Istana Negara, Jakarta, kemarin, menumpang mobil teman untuk menemui Presiden.”


Sedangkan kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan cermat. Singkat berarti hanya menggunakan unsur yang diperlukan, padat ialah tidak berisi pengulangan kata, jelas berarti strukurnya teratur, lengkap yaitu mengandung semua unsur pembentuk kalimat, dan cermat yakni memakai tanda baca dan pilihan kata yang tepat; tidak menyimpang dari kaidah.


Bahasa selalu berpola. Dari pola, lahir kaidah atau aturan yang pasti. Kaidah tersebut memudahkan kita memahami bahasa. Dengan demikian, agar lebih mudah dipahami, kalimat-kalimat yang kita susun harus mematuhi kaidah seperti:


            1.   Tanda Baca

Salah    : Tempat wisata yang selama ini ramai dikunjungi turis domestik dan mancanegara, mendadak sunyi senyap.

Benar    : Tempat wisata yang selama ini ramai dikunjungi turis domestik dan mancanegara mendadak sunyi senyap.


      2.      Huruf Besar

Salah    : Selama ini investor cenderung memilih pulau Jawa sebagai pusat pembangunan.

Benar    : Selama ini investor cenderung memilih Pulau Jawa sebagai pusat pembangunan.


      3.      Huruf Miring

Salah    : "Enak, saya happy. Meskipun baru datang, saya rasanya sudah lama main bersama."

Benar    : "Enak, saya happy. Meskipun baru datang, saya rasanya sudah lama main bersama."   



4.      Kata Mubazir

            Kata mubazir adalah kata yang apabila dihilangkan tidak akan mengganggu kelancaran komunikasi. Sifatnya yang berlebihan bahkan dapat menghasilkan kalimat rancu atau kacau.


Salah    : Meskipun masih perlu diteliti lagi, namun kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi sangat mungkin terjadi.

Benar    : Meskipun masih perlu diteliti lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.


5.      Kata Bentukan

            Kata bentukan atau turunan merupakan kata yang terbentuk dari proses pengimbuhan atau afiksasi.


Salah    : Ia sudah menggusur pemukiman liar warga di sepanjang Kali Sunter.

Benar    : Ia sudah menggusur permukiman liar warga di sepanjang Kali Sunter.


      6.      Kata Depan

Kata depan atau preposisi adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya terdapat di depan kata benda atau nomina.


Salah    : Tak ada interaksi diantara keduanya.

Benar    :Tak ada interaksi di antara keduanya.


      7.      Kata Majemuk

Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang membentuk pengertian atau makna baru.


Salah    : Tentara melakukan operasi penangkapan di pinggiran Ibukota Damaskus.

Benar    : Tentara melakukan operasi penangkapan di pinggiran Ibu Kota Damaskus.


      8.      Pilihan/Penulisan Kata

Salah    : Beberapa studi telah meneliti hubungan antara diabetes dengan gangguan pendengaran.

Benar    : Beberapa studi telah meneliti hubungan antara diabetes dan gangguan pendengaran.


      9.      Bentuk Terikat (antar, anti, ekstra, maha, makro, mikro, non, pasca, pra, sub, super)

Salah    : Pengadilan anti korupsi itu sampai sekarang belum diatur dalam undang-undang yang khusus.

Benar    : Pengadilan antikorupsi itu sampai sekarang belum diatur dalam undang-undang yang khusus.

 

Tagar Institute akan menggelar kembali pelatihan dengan tema “Menulis Berbasis SEO, Menembus Halaman Pertama Google.”