Tangkapan Layar Webinar Jurnalistik “Storytelling untuk Media Daring” pada Senin, (11/01/2021)


Jakarta – Tagar Institute kembali menggelar webinar jurnalistik yang membahas “Storytelling untuk Media Daring” dengan menghadirkan pembicara Lestantya R. Baskoro selaku Founder Tagar Institute.


Webinar jurnalistik Tagar Institute kali ini, Senin (11/01/2021), terbuka secara gratis untuk umum dan mahasiswa dan dihadiri sekitar 50 peserta.


Lestantya R. Baskoro mengajak peserta belajar bagaimana cara teknik menulis storytelling dapat menguatkan kisah dan memikat pembaca. Tantangan bagi penulis ketika membuat tulisan tanpa membuat bosan pembaca.


Menurutnya, storytelling merupakan teknik atau kemampuan menceritakan sebuah kisah untuk menciptakan suasana senang, melatih daya pikir, tangkap, konsentrasi, kritis dan mengembangkan imajinasi serta kepercayaan diri.


Dalam storytelling, kontak mata, mimik wajah, gerak tubuh, suara, alat peraga, waktu atau tempo menjadi hal penting. Orang sebagai pencerita hebat dapat melakukan hal tersebut, untuk mengartikan kata-kata menjadi kalimat, dari lisan menjadi tulisan.


Selain itu menurut Lestantya R. Baskoro, storytelling dalam jurnalisme berarti harus menjadikan karya jurnalistik memikat, berkualitas, dan menyentuh pembaca.


Cara bagaimana tulisan selalu mengandung pesan sehingga pembaca tidak merasa bosan dengan memberikan dua hal penting bagi pembaca yaitu aspek pengetahuan (kognitif) dan aspek perasaan (afektif).


Lestantya R. Baskoro juga menjelaskan bagaimana membangkitkan storytelling untuk menjadi cerita yang menarik dengan menulis profil seseorang, menjelaskan sesuatu hal untuk difokuskan, menceritakan isu atau tren yang sedang terjadi, investigasi secara mendalam, menceritakan kejadian, mendeskripsikan peristiwa kehidupan, membuat suara dari berbagai sudut pandang, dan menggambarkan visual.


Menurutnya, senjata yang bisa dipakai untuk mebuat storytelling yang menarik harus ada unsur 5W+1H. Untuk storytelling unsur 5W+1H harus tersebar diseluruh tubuh tulisan, berbeda dengan hard news yang menggunakan unsur tersebut di alinea pertama.


Dalam storytelling terdapat narasi, deskriptif, dan detail tujuannya untuk membawa imajinasi pembaca, serta menunjukkan keseriusan penulis. Bagaimana narasi menceritakan dan deskriptif menggambarkan sehingga pembaca seakan-akan ada bersama kita. Hal tersebut harus dilatih dengan penggunaan diksi yang tepat.


“Penulis yg baik adalah penulis yang bisa memilih diksi yang tepat. Di dalam storytelling pemilihan diksi harus tepat,” ujar Lestantya R. Baskoro.


Begitu juga dengan pemakaian kutipan yang tepat. “Kutipan yang bagus yang tidak panjang, maksimal 1 kalimat atau satu baris jangan lebih dari 3 kalimat dan jangan sampai lebih dari dua baris,” tambahnya.


Lestantya R. Baskoro menambahkan 3 kunci dalam menulis storytelling yang menarik bagi pembaca. Yang pertama, “show its!” dengan tunjukan dan gambarkan bukan katakan. Yang kedua harus paham kapan mengakhiri sebuah cerita, jangan membuat tulisan bertele-tele. Terakhir, mengangkat kisah manusia. Kisah manusia adalah cerita menakjubkan, bagaimana “eksplorasi” sisi manusiawi dengan melihat sisi lain dari manusia tersebut.


Bagaimanapun dalam storytelling harus tetap memperhatikan hal-hal berkaitan dengan agama, suku, adat-istiadat, dan masa lalu.


Dalam storytelling tidak usah malu dalam melakukan riset dan wawancara.


“Jadi fokuslah Anda bercerita sehingga pembaca dapat mengingat pesan dalam cerita tersebut,” terang Lestantya R. Baskoro.

(Deapenia Jannah) 

 

 

 

 

 

 


Webinar jurnalisme Tagar Institute, “Strategi SEO untuk Menembus Halaman Pertama Google,” oleh Charlie M. Sianipar . (Foto: Tagar/Tangkapan Layar Zoom)

 

Jakarta – Tagar Institute mengadakan webinar jurnalisme bertemakan “Strategi SEO untuk Menembus Halaman Pertama Google” dengan menghadirkan pembicara Master SEO Charlie M. Sianipar, Senin (28/12/2020).


Charlie M. Sianipar merupakan Master SEO yang juga sebagai pendiri perusahaan SEO, GALASEO, dan pemilik blog RAJASEO. Charlie mempelajari SEO di Search Engine Academy pada 2010 dan aktif mengikuti perkembangan juga sebagai seorang pembicara digital marketing serta pelatih cyber army.


Webinar kali ini gratis terbuka untuk mahasiswa dan umum.


Pada webinar ini dibuka dengan sambutan Fetra Tumanggor selaku Redaktur Eksekutif Tagar.id. Pada kesempatan ini, Fetra berharap bagaimana kita dapat mengoptimalkan mesin pencari agar tulisan kita hadir di halaman pertama google. Menurutnya, menjadi penulis di media online tidak hanya sekedar menulis tapi penting untuk kita paham mengenai SEO.


Apa sih sebenernya SEO? Search Engine Optimization (SEO) merupakan upaya melakukan optimasi website agar dapat peringkat teratas di mesin pencari, guna memperoleh trafik yang lebih banyak.


Menurut Charlie SEO terbesar saat ini adalah google. Algoritma google itu sangat dinamis, tidak statis. Seluruh algoritmanya menyatu, faktornya sangat banyak termasuk kata yg Anda sajikan dengan kata yang dicari orang lain.


Di dalam SEO terdapat SEO On-Page dan SEO Off-Page. SEO On-Page merupakan teknik optimasi yang dilakukan di dalam website itu sendiri untuk menunjukkan kepada pencarian tentang situs website tersebut. Membantu mesin pencari melihat bahwa halaman website Anda adalah hasil pencarian yang baik karena relevan dan berguna.


Sedangkan SEO Off-Page merupakan teknik optimasi yang dilakukan di luar website. Sehingga membantu mesin pencari melihat bahwa halaman website Anda adalah hasil pencarian yang baik karena website popular berada di halaman pertama google.


Banyak hal yang perlu diperhatikan agar SEO dapat menembus halaman pertama google:


SEO Friendly

SEO tidak berdiri sendiri, struktur website, speed dan mobile first serta pesaing sangat mempengaruhi peringkat di google.


-          Alt Image

Rename nama file foto atau gambar dan pasang Alt Image.


-          Embeded Video


Jika punya video youtube milik sendiri dan berhubungan dengan isi artikel.


-          URL

Ramah mesin pencari, gunakan teks jangan angka.


-          Templates

Dipakai banyak website dengan navigasi yang mirip.


-          Update

Pemutakhiran konten pengaruhi kompetisi.


-          Local Search

Branding, meningkatkan trust selain navigasi.


Keyword – Kata kunci

Keyword atau kata kunci sangat penting dalam SEO, lakukan research dan tempatkan dengan tepat. gunakan heading dan subheading dengan tepat.

-          Research (Long Tail Keyword)

-          Search Volume

-          Long Tail Keyword

-          Do not spammy


Google News

Optimasi website agar hadir di Google News, diskusikan dengan Web Developer dan ahli SEO.


Keyword Research

Anda dapat melakukan pencarian kata kunci terlebih dahulu sebelum memulai membuat tulisan. Agar tulisan Anda dapat terfokus pada kata kunci yang diinginkan.


Content

-          Meta data, keyword di judul artikel dan deskripsi.

-          Buat lebih baik dengan menyajikan tulisan tidak menduplikasi tapi membuatnya dengan lebih menarik.

-          Jangan spammy, karena menulis untuk manusia bukan untuk robot.

-          Jangan typo, yang nantinya membuat google voice bingung.


Tentunya Anda harus pelajari konten yang saat ini teratas di google, dengan membuat lebih baik dari mereka dan perkaya artikel dengan kosa kata dan sinonim.


Internal Linking

Dengan menyisipkan link internal ke dalam sebuah tulisan, mengarahkan pembaca dapat membuka halaman lainnya dari website tersebut.


Menurut Charlie google sangat dinamis, setiap saat dapat berubah, beradaptasilah dengan baik, lakukan hal yang sangat basic secara konsisten.


“Do not spammy, bertindaklah dengan etis, jangan kotori laman google dengan terus jaga jejak digital,” tutur Charlie.


Charlie M. Sianipar menutup kelasnya dengan sangat berterima kasih kepada semua peserta yanh hadir karena ia menyadari pengetahuan orang mengenai SEO berbeda-beda dan semoga apa yang disampaikannya dapat dijadikan sebagai pemahaman baru dan dapat diaplikasikan sesuai kebutuhannya masing-masing.


Nantikan webinar jurnalisme Tagar Institute dengan tema “Storytelling untuk Media Daring” dengan Lestantya R. Baskoro sebagai pembicara selaku Founder Tagar Institute, Redaktur Eksekutif Tagar.id, penguji wartawan pada Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS Jakarta) pada Senin, 11 Januari 2021. Gratis dan terbuka untuk mahasiswa dan umum.

(Deapenia Jannah)

 

Profil Adipati Dolken (Foto: Instagram/adipati)


Jakarta – Adipati Koesmadji, atau lebih dikenal dengan Adipati Dolken merupakan aktor berbakat Indonesia yang lahir pada 19 Agustus 1991.


Adipati mulai dikenal sejak membintangi sinetron Kepompong, berperan sebagai Virgo yang tayang di SCTV pada tahun 2008. Sinetron remaja tersebut berhasil membawa Adipati menjadi idola baru di usia 17 tahunnya.


Kariernya yang semakin bagus membawa Adipati membintangi sinetron lainnya seperti Cinta Puteri (2009) sebagai Erwin, Kejora dan Bintang (2009) sebagai Anantha, Dia Jantung Hatiku (2010) sebagai Bondan, Aliya (2011) sebagai Rueben, Cahaya Gemilang (2012), Heart Series 2 sebagai Farel, Get Married The Series 2 (2012) sebagai Rendi.


Tidak hanya sinetron, Adipati terus menunjukan keahliannya lewat film yang ia bintangi seperti Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets (2009), Pocong Keliling (2010), 18+:True Love Never Dies (2010), Sang Martir (2012), Perahu Kertas (2012), Perahu Kertas 2 (2012), 18++ Forever Love (2012), Malaikat Tanpa Sayap (2012), Slank Nggak Ada Matinya (2012), Adriana (2013), Crazy Love (2013).


Selain itu, ia juga membintangi film Sang Kiai pada tahun 2013. Berkat perannya dalam film tersebut, Adipati memenangkan Penghargaan FFI untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik.


Berkat kemenangan tersebut, menjadikan Adipati salah satu aktor termuda yang memenangkan piala Citra pada usia 21 tahun.


Sekarang Adipati lebih fokus pada kariernya di dunia film layar lebar.


Selama 12 tahun berkarir di dunia seni peran, Adipati sudah membintangi 28 judul film.


Selain film, ia juga telah membintangi 10 judul sinetron dan 8 judul FTV.

 

Kehidupan Asmara Adipati Dolken


Sosok pria tampan ini juga suka bermain sepak bola dan hobi dalam dunia fotografi. Tidak heran bila kaum hawa terpikat oleh pesona Adipati sebagai aktor tampan yang berbakat.


Aktor tampan ini pernah menjalin hubungan dengan beberapa aktris cantik Tanah Air.


Sebelum akhirnya Adipati melabuhkan hatinya pada wanita cantik Canti Tachril.


Adipati diketahui banyak terlibat cinta lokasi dengan lawan mainnya yang membuat kehidupan asmaranya menjadi perhatian publik.


Adipati pernah dikabarkan menjalin hubungan dengan Eva Celia, anak Sophia Latjuba. Mereka dipertemukuan dalam satu judul film Adriana.


Di tengah suksesnya membintangi film Heart 2 dan Operation Wedding , Adipati dikabarkan juga terlibat cinta lokasi dengan Yuki Kato.


Kehidupan asmaranya juga ramai jadi perbincangan akibat beredar foto panas yang mirip dengannya. Foto tersebut memperlihatkan pria mirip Adipati berciuman dengan Chika Kinsy di kolam renang. Diketahui  memang Adipati dan Chika pernah menjalin hubungan sebagai kekasih.


Adipati juga pernah mengejutkan penggemarnya ketika Kimberly Ryder mengunggah foto bersama Adipati saat keduanya berlibur bersama ke London. Banyak yang menduga kedekatannya terjalin karena pernah membintangi judul film 18++ Forever Love.


Putri Marino menambah nama deretan artis yang pernah terlibat cinta lokasi dengan Adipati. Keduanya sempat membintangi film yang sama yaitu Posesif. Hubungan mereka tidak berlanjut karena Putri Marino telah menjadi istri Chiko Jericho.


Tidak sampai disitu, Adipati kembali ramai menjadi perbincangan setelah diketahui menjalin hubungan dengan aktris muda Vanesha Priscillia. Mereka dipertemukan dalam judul film yang sama yaitu #TemanTapiMenikah. Keduanya kerap membagikan foto kebersamaannya di media sosial masing-masing. Bahkan tidak sedikit yang mendukung pasangan kekasih itu sebelum akhirnya diketahui hubungan mereka telah selesai.



Kebersamaan Adipati Dolken dan Canti Tachril (Foto: Instagram/adipati)


Kini, Adipati akan melangsungkan pernikahan dengan Canti Tachril pada 18 Desember 2020. Pernikahan tersebut akan digelar tertutup hanya untuk keluarga dan sahabat dekat saja.


Canti Tachril menjadi pilihan terakhir Adipati.


Keduanya dipertemukan dalam judul film yang sama yaitu #TemanTapiMenikah2.


Canti Tachril merupakan seorang model yang cantik. Terlihat juga melalui unggahannya di media sosial model cantik tersebut juga hobi bernyanyi dan bermain gitar.


Diketahui pula calon istri Adipati itu merupakan anak konglomerat Mohamad Tachril.


Mohamad Tachril merupakan Wakil Komisaris Utama PT Plaza Indonesia Realty.


Biodata

Nama Lengkap            : Adipati Koesmadji

Nama Panggilan          : Adipati Dolken

Profesi                         : Aktor

Lahir                            : Jakarta, 19 Agustus 1991

Agama                         : Islam

Saudara Kandung       : Gianina Emanuella

Zodiak                         : Leo


Prestasi

Asia New Star Model Award Asia Festival Model Award 2014

Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013

Selebriti Pria Paling Memikat Infotainment Award 2014

Aktor Favorit Indonesia Kids Choice Award 2014

Actor Of The Year: Indonesian Choice Awards 2018

 



Webinar jurnalisme Tagar Institute, “Menerapkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Tepat untuk Media,” oleh Uu Suhardi. (Foto: Tangkapan Layar Zoom)


Jakarta – Tagar Institute menggelar web seminar (Webinar) yang ketiga, dengan menghadirkan pembicara Uu Suhardi, Penulis serial buku “Celetuk Bahasa” dan mantan Redaktur Bahasa Tempo.


Webinar Jurnalisme Tagar Institute kali ini, Senin (7/12/2020), membahas, “Bagaimana Menerapkan Bahasa Indonesia yang Baik dan Tepat untuk Media.” 


Webinar kali ini, tercatat sekitar 50 lebih peserta mengikuti kelas ini, yang nantinya peserta webinar mendapat sertifikat Tagar Institute.


Webinar ini diawali dengan sambutan Fetra Tumanggor selaku pemimpin redaksi Tagar.id yang dilanjutkan oleh Uu Suhardi untuk mengajar peserta.


Uu menyampaikan dalam bahasa Indonesia terdapat 3 ragam bahasa yakni formal, nonformal dan semiformal.


Bahasa formal biasanya digunakan dalam situasi (komunikasi) resmi, wacana teknis (karya ilmiah), pembicaraan di depan umum, dan pembicaraan dengan orang yang dihormati. Bahasa yang tertib secara gramatikal, menggunakan kata baku serta imbuhan lengkap.


Bahasa nonformal yakni bahasa percakapan sehari-hari yang menggunakan kata nonbaku serta imbuhan tidak selalu lengkap. 


Sedangkan bahasa semiformal ialah bahasa jurnalistik atau media massa baik cetak, elektronik maupun daring yang taat kaidah dan menggunakan kalimat efektif.


Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan satu kesatuan pikiran atau perasaan. Dalam tulisan, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya.


Selain itu, Uu menambahkan, untuk membuat kalimat sempurna sekurang-kurangnya harus memiliki subyek (who) dan predikat (what) contoh “Saya Pergi” dan kalimat tersebut diberi pelengkap (where dan when) contohnya “Saya pergi ke Istana Negara, Jakarta, kemarin.” Kemudian, dapat juga ditambahkan penjelasan (how dan why) contoh “Saya pergi ke Istana Negara, Jakarta, kemarin, menumpang mobil teman untuk menemui Presiden.”


Sedangkan kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, lengkap, dan cermat. Singkat berarti hanya menggunakan unsur yang diperlukan, padat ialah tidak berisi pengulangan kata, jelas berarti strukurnya teratur, lengkap yaitu mengandung semua unsur pembentuk kalimat, dan cermat yakni memakai tanda baca dan pilihan kata yang tepat; tidak menyimpang dari kaidah.


Bahasa selalu berpola. Dari pola, lahir kaidah atau aturan yang pasti. Kaidah tersebut memudahkan kita memahami bahasa. Dengan demikian, agar lebih mudah dipahami, kalimat-kalimat yang kita susun harus mematuhi kaidah seperti:


            1.   Tanda Baca

Salah    : Tempat wisata yang selama ini ramai dikunjungi turis domestik dan mancanegara, mendadak sunyi senyap.

Benar    : Tempat wisata yang selama ini ramai dikunjungi turis domestik dan mancanegara mendadak sunyi senyap.


      2.      Huruf Besar

Salah    : Selama ini investor cenderung memilih pulau Jawa sebagai pusat pembangunan.

Benar    : Selama ini investor cenderung memilih Pulau Jawa sebagai pusat pembangunan.


      3.      Huruf Miring

Salah    : "Enak, saya happy. Meskipun baru datang, saya rasanya sudah lama main bersama."

Benar    : "Enak, saya happy. Meskipun baru datang, saya rasanya sudah lama main bersama."   



4.      Kata Mubazir

            Kata mubazir adalah kata yang apabila dihilangkan tidak akan mengganggu kelancaran komunikasi. Sifatnya yang berlebihan bahkan dapat menghasilkan kalimat rancu atau kacau.


Salah    : Meskipun masih perlu diteliti lagi, namun kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi sangat mungkin terjadi.

Benar    : Meskipun masih perlu diteliti lagi, kekurangan gizi atau nutrisi saat krisis ekonomi itu sangat mungkin terjadi.


5.      Kata Bentukan

            Kata bentukan atau turunan merupakan kata yang terbentuk dari proses pengimbuhan atau afiksasi.


Salah    : Ia sudah menggusur pemukiman liar warga di sepanjang Kali Sunter.

Benar    : Ia sudah menggusur permukiman liar warga di sepanjang Kali Sunter.


      6.      Kata Depan

Kata depan atau preposisi adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya terdapat di depan kata benda atau nomina.


Salah    : Tak ada interaksi diantara keduanya.

Benar    :Tak ada interaksi di antara keduanya.


      7.      Kata Majemuk

Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang membentuk pengertian atau makna baru.


Salah    : Tentara melakukan operasi penangkapan di pinggiran Ibukota Damaskus.

Benar    : Tentara melakukan operasi penangkapan di pinggiran Ibu Kota Damaskus.


      8.      Pilihan/Penulisan Kata

Salah    : Beberapa studi telah meneliti hubungan antara diabetes dengan gangguan pendengaran.

Benar    : Beberapa studi telah meneliti hubungan antara diabetes dan gangguan pendengaran.


      9.      Bentuk Terikat (antar, anti, ekstra, maha, makro, mikro, non, pasca, pra, sub, super)

Salah    : Pengadilan anti korupsi itu sampai sekarang belum diatur dalam undang-undang yang khusus.

Benar    : Pengadilan antikorupsi itu sampai sekarang belum diatur dalam undang-undang yang khusus.

 

Tagar Institute akan menggelar kembali pelatihan dengan tema “Menulis Berbasis SEO, Menembus Halaman Pertama Google.”

 

Webinar jurnalisme Tagar Institute, Senin (16/11/2020). (Tangkapan Layar Zoom)


Jakarta - Tagar Institute kembali menggelar web seminar (Webinar) yang kedua, dengan menghadirkan pembicara Lestantya R. Baskoro selaku Founder Tagar Institute, Redaktur Eksekutif Tagar.id, penguji wartawan pada Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS Jakarta).


Webinar Jurnalisme Tagar Institue kali ini membahas “Bagaimana Menulis Feature yang Baik, Menarik, dan Asyik,” Senin (16/11/2020).


Webinar ini terbuka, free untuk umum dan diikuti oleh 200 peserta. Peserta webinar akan mendapatkan sertifikat Tagar Institute. 


Webinar ini dibuka dengan sambutan oleh Fetra Tumangor Pemimpin Redaksi Tagar.id, yang menjelaskan bahwa Tagar Institute merupakan sayap di bawah media Tagar.id yang berkembang.


Dikatakan juga walaupun Tagar.id merupakan media yang terbilang masih muda, tapi sudah mampu bersaing dengan media lainnya bahkan sudah terdaftar di Dewan Pers dan selalu melaksanakan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) . Jurnalisme yang dipegang adalah jurnalisme profesional, bagaimana Tagar.id mempublish sebuah berita dengan keakuratan data sesuai fakta.


Program-program Tagar Institute meliputi antara lain pelatihan menulis berita, menulis opini, investigatif reporting, infografis, dan konten-konten kreatif. Pendidikan dan pelatihan diselenggarakan secara offline dan online.


“Kami Berharap webinar ini bisa menambah pengetahuan kita bersama tentang bagaimana menulis tentang keseharian yang menarik sehingga orang tergugah untuk membaca,” ujar Fetra Tumangor.


Selain itu Lestantya R. Baskoro menambahkan, visi misi Tagar.id akan menjadi media nasional yang mempunyai visi untuk Indonesia, menjadi Negara demokrasi dan menghargai pluralisme (keberagaman). Jadi Tagar.id tidak ingin terjebak dalam kelompok yg memecah belah.


Secara umum, Lestantya R. Baskoro membahas tentang jurus membuat feature yang menarik.


Lestantya R. Baskoro membuka kelasnya dengan memberi alasan kuat mengapa kita harus menulis, yang pertama mendokumentasikan gagasan, pemikiran, yang mungkin bermanfaat bagi lebih banyak orang, yang kedua mendokumentasikan atau melaporkan peristiwa, yang ketiga mengkomunikasikan gagasan atau peristiwa.


“Yang terpenting jargonnya kata-kata lenyap di udara, tetapi tulisan menciptakan keabadian,” ujar  Lestantya R. Baskoro.


Pada kelasnya, Lestantya R. Baskoro juga mengajak peserta bagaimana cara membuat outline. Karena menurutnya jika ingin selamat dalam menulis harus membuat outline dengan tujuan tulisan fokus sesuai angle (sudut pandang), cepat dan tepat, dan satu kesatuan tulisan “enak dibaca.”


Jangan lupa juga nantikan kelas Tagar Institute berikutnya pada 7 Desember 2020 dengan tema “Bahasa Indonesia yang Pas untuk Penulisan.”


  

Sumber Foto: mamikos.com


Pendidikan pada tingkat perguruan tinggi mempunyai prioritas karena pada saat ini dipandang penting oleh masyarakat. Pendidikan yang baik dan berkualitas dapat menentukan masa depan seseorang dalam dunia kerja sehingga menjadi lebih profesional.


Di Indonesia, pendidikan tinggi dibedakan menjadi dua. Pertama pendidikan akademik yang mempunyai fokus penguasaan ilmu pengetahuan. Kedua, pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada persiapan lulusan untuk mengaplikasikan keahlian.


Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian tertentu sampai program sarjana terapan.


Dengan program diploma, mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan dan penalaran dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lulusan pendidikan dapat terampil untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang keahliannya.


Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) merupakan perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan program vokasi yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan SDM profesional di industri, baik industri jasa maupun industri manufaktur.


Politeknik Negeri Jakarta sendiri dapat kamu temukan kampusnya di areal kampus Universitas Indonesia, Depok. Lebih tepatnya di Jl. Prof. DR. G.A. Siwabessy, Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16424.


Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) merupakan pendidikan vokasi dengan perkembangannya yang signifikan. PNJ tumbuh dan berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Secara institusi kampus, PNJ telah mendapatkan akreditasi “B” berdasarkan surat keputusan nomor 315/SK/BAN-PT/Akred/PT/IV/2019 dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.


PNJ berkembang dari banyak hal. Mulai dari gedungnya, salah satunya pembangunan gedung pusat perpustakaan PNJ dan dilanjutkan dengan beberapa pembangunan lainnya. Tidak hanya pertambahan gedung yang diperbanyak, mahasiswa barunya pun semakin banyak. 


Rasio pendaftar PNJ pada tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 jumlah pendaftar mencapai 34.128 orang sementara daya tampung PNJ adalah 2.125 mahasiswa. Dengan demikian, rasio yang mendaftar dan yang diterima berkuliah di PNJ adalah 1:16.


Untuk mendaftarkan diri di Politeknik Negeri Jakarta kamu harus melalui jalur pendaftarannya sendiri seperti PMDK-PN (Penulusuran Minat dan Kemampuan-Politeknik Negeri) dan SB-UMPN (Seleksi Bersama-Ujian Masuk Politeknik Negeri).

 

Berikut jurusan yang ditawarkan oleh Politeknik Negeri Jakarta yang nantinya bisa kamu pilih.


Bidang Rekayasa

1. Jurusan Teknik Sipil

2. Jurusan Teknik Mesin

3. Jurusan Teknik Elektro

4. Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

5. Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan


Bidang Tata Niaga

6. Jurusan Akuntansi

7. Jurusan Administrasi Niaga


Mahasiswa PNJ di setiap jurusan tersebut banyak melakukan berbagai macam kegiatan praktik dibandingkan teori. Tujuannya untuk melatih kemampuan praktikalnya. Dengan banyak melakukan praktik, lulusan PNJ akan lebih siap ketika memasuki dunia kerja karena di masa sekarang ini, perusahaan memerlukan lulusan yang berpengalaman dan siap terjun di lapangan. Saat kamu berkuliah di PNJ kamu akan mendapatkan banyak pengalaman praktik tersebut.

 

Politeknik Negeri Jakarta juga melakukan beberapa program kerjasama dengan sesama institusi pendidikan maupun industri seperti kerja sama dengan PT Badak LNG, PT PLN, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk., PT Solusi Bangun Indonesia, CCIT Universitas Indonesia, AKN Pekalongan, AKN Demak, Swadharma dan STTJ.

 

Dengan berbagai kebijakan, kerja keras, dan doa, PNJ pada tahun 2019, telah mencapai sejumlah prestasi seperti:

1. Menjadi 10 perguruan tinggi vokasi terbaik versi Kemenristekdikti

2. Ranking 5, prestasi bidang kemahasiswaan Pendidikan Vokasi

3. 90% prodi mendapatkan akreditasi B

4. 250 publikasi internasional PNJ terindeks pada web of science dan scopus, dalam jurnal, prosiding, atau buku; 3.060 publikasi nasional terpublikasi, dalam bentuk jurnal, prosiding.

 

Pada tahun 2020 ini, PNJ memperoleh 8 Program Hibah Penguatan Pendidikan Tinggi Vokasi (PPPTV) dari Direktorat Jenderal Vokasi, Kemendikbud, dan kerja sama tridarma perguruan tinggi dengan perguruan tinggi luar negeri, antara lain kerja sama dengan

1. Asia e-University

2. Management and Science University (MSU)

3. Politeknik Melaka-Malaysia

4. Waikato Instutute of Technology-New Zealand

5. National Chin Yi University of Science and Technology

6. National Yunlin University of Science and Technology-Taiwan

7. Politeknik Kinabalu Malaysia


Sehingga dari hasil capaian dan terjalinnya kerja sama tersebut, memicu mahasiswa PNJ dapat belajar dan berkarya untuk lebih kreatif dan inovatif.


Selain itu, lingkungan kampus PNJ yang nyaman dan asri dapat membantu memberikan berbagai inspirasi untuk menjadi mahasiswa yang lebih kreatif dan inovatif. Saat memasuki kawasan kampus PNJ kamu akan disambut dengan banyaknya pohonan yang tumbuh bernuansa hijau baik pohon besar yang sudah ada sejak lama maupun tanaman yang ditanam oleh pihak kampus sehingga kesejukan dan keasrian dapat kita rasakan.

 

Kesadaran mahasiswa PNJ untuk selalu menjaga kebersihan seperti membuang sampah pada tempatnya masih sangat baik. Karena kontribusi yang baik tersebut membuat suasana lingkungan kampus masih tetap asri.

 

 

Demikian informasi seputar Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang dapat dipertimbangkan buat kalian yang berencana melanjutkan Pendidikan Tinggi Vokasi. Untuk mendapatkan info lainnya mengenai PNJ silahkan kunjungi halaman resmi pnj.ac.id.

 

Penulis sebagai pengamat sosial.