Webinar
jurnalisme Tagar Institute, Senin (16/11/2020). (Tangkapan Layar Zoom)
Jakarta - Tagar Institute kembali menggelar web
seminar (Webinar) yang kedua, dengan menghadirkan pembicara Lestantya R.
Baskoro selaku Founder Tagar Institute, Redaktur Eksekutif Tagar.id, penguji
wartawan pada Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS Jakarta).
Webinar Jurnalisme Tagar Institue kali ini membahas
“Bagaimana Menulis Feature yang Baik, Menarik, dan Asyik,” Senin (16/11/2020).
Webinar ini terbuka, free untuk
umum dan diikuti oleh 200 peserta. Peserta webinar akan mendapatkan sertifikat Tagar
Institute.
Webinar ini dibuka dengan sambutan oleh Fetra
Tumangor Pemimpin Redaksi Tagar.id, yang menjelaskan bahwa Tagar Institute
merupakan sayap di bawah media Tagar.id yang berkembang.
Dikatakan juga walaupun Tagar.id merupakan media
yang terbilang masih muda, tapi sudah mampu bersaing dengan media lainnya bahkan
sudah terdaftar di Dewan Pers dan selalu melaksanakan tugas sesuai Kode Etik
Jurnalistik (KEJ) . Jurnalisme yang dipegang adalah
jurnalisme profesional, bagaimana Tagar.id mempublish sebuah berita dengan keakuratan data sesuai fakta.
Program-program Tagar Institute meliputi antara lain
pelatihan menulis berita, menulis opini, investigatif reporting, infografis,
dan konten-konten kreatif. Pendidikan dan pelatihan diselenggarakan
secara offline dan online.
“Kami Berharap webinar ini bisa menambah pengetahuan kita bersama tentang bagaimana menulis tentang keseharian yang menarik sehingga orang tergugah untuk membaca,” ujar Fetra Tumangor.
Selain itu Lestantya R. Baskoro menambahkan,
visi misi Tagar.id akan menjadi media nasional yang mempunyai visi untuk
Indonesia, menjadi Negara demokrasi dan menghargai pluralisme (keberagaman). Jadi Tagar.id tidak ingin terjebak dalam
kelompok yg memecah belah.
Secara umum, Lestantya R. Baskoro membahas tentang jurus membuat feature
yang menarik.
Lestantya R. Baskoro membuka kelasnya dengan memberi alasan
kuat mengapa
kita harus menulis, yang pertama mendokumentasikan gagasan, pemikiran, yang
mungkin bermanfaat bagi lebih banyak orang, yang kedua mendokumentasikan atau
melaporkan peristiwa, yang ketiga mengkomunikasikan gagasan atau peristiwa.
“Yang terpenting jargonnya
kata-kata lenyap di udara, tetapi tulisan menciptakan keabadian,” ujar Lestantya R. Baskoro.
Pada kelasnya, Lestantya R. Baskoro juga mengajak
peserta bagaimana cara membuat outline. Karena menurutnya jika ingin selamat
dalam menulis harus membuat outline dengan tujuan tulisan fokus sesuai angle
(sudut pandang), cepat dan tepat, dan satu kesatuan tulisan “enak dibaca.”
Jangan lupa juga nantikan kelas Tagar Institute berikutnya
pada 7 Desember 2020 dengan tema “Bahasa Indonesia yang Pas untuk Penulisan.”

0 komentar:
Posting Komentar