Maulid Nabi
Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW.
Di Indonesia
perayaannya jatuh pada 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.
Maulid Nabi
Muhammad SAW tahun ini jatuh pada Kamis (29/10/2020) atau bertepatan dengan
12 Rabiul Awal 1442 Hijriyah.
Kata maulid atau
milad dalam bahasa arab yang berarti hari lahir.
Pada malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Allah SWT memerintahkan kepada para hambanya untuk memperbanyak bersholawat atas Nabi.
Tak hanya manusia, anjuran memanjatkan sholawat ini juga
berlaku bagi para malaikat Allah.
Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:
إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan
malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman,
bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Azhab: 56)
Imam
As Suyuti dalam kitabnya Al Wasail fi Syarhis Syamail, menjelaskan keutamaan
menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beberapa di antaranya
mendapatkan rahmat Allah SWT dan para malaikat.
“Tidak
ada rumah atau masjid atau tempat yg di dalamnya dibacakan maulid Nabi SAW
melainkan malaikat akan mengelilingi rumah atau masjid atau tempat itu, mereka
akan memintakan ampunan untuk penghuni tempat itu, dan Allah akan melimpahkan
rahmat dan keridhaan-Nya kepada mereka.”
Adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya adalah malaikat Jibril, Mika’il, Israfil, dan Izra’il as. Karena, sesungguhnya mereka memintakan ampunan kepada Allah swt untuk mereka yang menjadi sebab dibacakannya pembacaan maulid Nabi saw. Dan, dia berkata pula: Tidak ada seorang muslimpun yang dibacakan di dalam rumahnya pembacaan maulid Nabi saw melainkan Allah swt menghilangkan kelaparan, wabah penyakit, kebakaran, tenggelam, bencana, malapetaka, kebencian, hasud, keburukan makhluk, dan pencuri dari penghuni rumah itu. Dan, apabila ia meninggal, maka Allah akan memudahkan jawabannya dari pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dan dia akan berada di tempat duduknya yang benar di sisi penguasa yang berkuasa. Dan, barangsiapa ingin mengagungkan maulid Nabi saw, maka Allah akan mencukupkan derajat ini kepadanya. Dan, barangsiapa di sisinya tidak ada pengagungan terhadap maulid Nabi saw, seandainya penuh baginya dunia di dalam memuji kepadanya, maka Allah tidak akan menggerakkan hatinya di dalam kecintaannya terhadap Nabi saw.”




















