Tidak semua Ibu bisa dekat dengan anaknya.
Sebaliknya tidak semua anak ingin dekat dengan Ibunya. Banyak anak lebih
memilih cerita kepada temannya. Tetapi pada dasarnya anak selalu membutuhkan Ibu
untuk berbagi cerita disaat dia mengalami hal-hal yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan.
Kita tidak dapat menghitungnya dengan angka
bagaimana peran seorang Ibu. Seorang Ibu harus bisa menjadi apa saja untuk
anaknya. Terutama ibuku yang menjadi Ibu sekaligus sahabatku. Setiap anak
memerlukan sahabat, terlebih bersahabat dengan ibunya.
Sejak kecil aku banyak menghabiskan waktu di rumah
dengan Ibu. Karena Bapak yang harus bekerja dan kakak yang sibuk dengan
urusannya. Aku menjadi sangat terbuka dengan Ibu. Ibu selalu membuatku merasa
nyaman karena memahami dan mengertiku.
Ibu selalu ada di sisiku. Bahkan di hari-hari
terberatku. Ada satu titik aku merasa itu menjadi hari terberat untuk hidupku.
Iya, saat aku gagal masuk kampus impianku. Aku merasa gagal terhadap diri
sendiri. Aku juga sangat putus asa pada saat itu. Pertanyaan mengenai
kelanjutan pendidikanku selalu diulang setiap harinya. Entah dari teman, juga
saudara-saudara keluargaku.
Tetapi Ibu selalu menjadi penyemangatku. Ibu selalu
siap menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan segala keluhanku pada saat itu.
Ibu selalu memberikan respon yang positif. Memberikan pendapat kalau semua akan
baik-baik saja. Katanya aku hanya butuh usaha lebih lagi untuk mencapai
impianku. Aku biasa meluapkan emosi dan kesedihan di kamar dan Ibu selalu
datang menghampiri memberikan pelukan hangat agar aku tidak berlarut dalam
kesedihan.
Sampai suatu ketika aku diterima untuk melanjutkan
pendidikan. Kabar baik ini aku sampaikan pertama untuk Ibu. Betapa bahagianya
aku melihat senyum bahagiamu. Lalu Ibu berbisik “ Ibu selalu berdoa agar
hal-hal baik menyertaimu dan Ibu selalu percaya kamu bisa, jangan pernah merasa
sendirian Ibu selalu ada untukmu” kata Ibu.
Selain pengertian, ibuku juga sosok yang sangat
menyenangkan. Ia sangat pandai menciptakan suasana hangat dan penuh tawa. Aku
benar-benar merasa dia seperti sahabatku. Hal-hal kecil dapat membuat kita
tertawa bersama. Kali ini bukan aku saja yang merasakan kalau ibuku benar-benar
wanita yang menyenangkan. Keluarga dan teman-temanku tahu betul bagaimana
candaan ibuku. Alih-alih membuat kesal dan marah, ibuku lebih senang untuk
menghibur dan membuat tertawa karena kelucuannya.
Aku dan Ibu selalu membuat video lucu bersama untuk
sekadar bersenang-senang dan dibagikan di media sosial. Padahal usianya memang
sudah tidak muda lagi. Tapi seolah-olah ia lupa umur kalau sudah bercanda.
Katanya ia ingin selalu terlihat muda. Aku tahu betul kalau sebenarnya Ibu
hanya ingin melihatku tertawa tanpa beban. Itu cara Ibu membuatku bahagia.
Dengan setiap waktu yang kita habiskan berdua.
Terima kasih untuk selalu percaya kepadaku. Untuk
setiap pujian atas keberhasilanku. Aku merasa sangat dicintai, diterima, dan
dihargai. Ibu selalu berusaha memberikan teladan dalam kebaikan.
Terima kasih selalu ada di saat aku menghadapi masalah berat. Menjadi tempat ceritaku dan berbagi beban perasaan. Aku merasa beruntung mempunyai Ibu sekaligus sahabat terbaik sepertimu. Terima kasih selalu membuat rasa nyaman, memberi kesempatan untukku bercerita. (DJ)
Artikel ini pernah dimuat di beritalima.com

you have a good mother
BalasHapusJadi mau punya istri, yg sifatnya kayak ibu di cerita masa
BalasHapusSeru bgt deh ibunya
BalasHapusJadi kangen mama deh
BalasHapusMantap
BalasHapusKangen mama
BalasHapusIngin menjadi ibu yg selalu ada buat satria kelak.
BalasHapus